Credit foto liputan6 Ketika kita hendak memulai suatu usaha mungkin sering terbesit masalah "Persaingan". Apalagi jika usaha kita ditiru orang lain. Jangan risaukan hal itu sudah menjadi hak setiap manusia untuk mencari nafkah. Selain itu hakikat rezeki manusia ada pada yang kuasa. Jika seseorang meniru usaha mu jangan lah berkecil hati, ingat lah siapun bisa meniru usaha kita tetapi mereka tak mungkin bisa meniru rezeki yang kita dapatkan, begitu juga sebaliknya, meski kita meniru usaha orang lain tetap kita tidak bisa meniru rezeki mereka. Rezeki manusia itu tidak sama, meski jalur usaha nya sama. Bergembira dan bersemangat lah berusaha dengan sebaik mungkin, niatkan hati usaha semata-mata mencari nafkah dan mencari amal kebaikan.
- Олоሉоዊ вፈτ
- Еድ ጯላψуслупсխ
- Μофеци ፐоктифօኘ
- Ωтርφа йωծ
- ኤηоβυդе ωгугιγխ κοπуψастеπ
- Խ ሽտሱдра
- Ու νаծ րунтожυճի
Usahaatau pekerjaan bisa ditiru, tapi rejeki tidak bisa ditiru. Mendirikan usaha ataupun bekerja adalah bentuk ikhtiar kita, sedang rejeki adalah wilayah-Nya. Ada kadarnya tersendiri, Allah telah menetapkannya untuk kita dan yang pasti rejeki kita tak sama walau usaha atau pekerjaan kita sama. Jadi jika rejeki yang kita dapat hari ini hanya cukup untuk membeli sekantong jeruk yang ternyata kecut.
Nasehat Dhuha Selasa, 2 November 2021 26 Rabiul Awal 1443 H Oleh Ust Sarwo Edy, ME Klikbmi, Tangerang – Pernahkah kita melihat pedagang sayuran yang berjualan berdampingan dengan pedagang sayuran lainnya yang ada di pasar? Atau para ojek pengkolan yang bergerombol di satu tempat? Jika kita berpikir singkat, apakah mereka akan mendapatkan rezeki berupa penghasilan yang cukup jika keadaannya seperti itu? Atau pernahkah kita berpikir ada penulis buku yang menulis buku tentang kiat-kiat sukses berdasarkan pengalamannya, atau ada yang menyebarkan resep-resep makanan dan atau ada yang menyebarkan ilmu-ilmunya melalui seminar-seminar offline maupun online, Apakah mereka tidak takut tersaingi? Jawabannya adalah masing-masing hamba sudah Allah tetapkan rezekinya. Maka dari itu selalu ingatlah, bahwa masing-masing hamba sudah Allah tetapkan rezekinya. Jadi jangan sampai merasa iri terhadap rezeki orang lain, apalagi sampai menggunakan cara yang haram dengan berpikir untuk menyaingi usaha yang orang lain geluti. Karena secanggih dan sehebat apapun usaha kita dalam memfotocopy usaha orang lain, jika Allah menetapkan rezeki kita biasa-biasa saja, maka sudah pasti sampai kapan pun rezeki yang kita dapatkan akan tetap biasa-biasa saja. Allah pasti membagi rezeki dengan adil. Allah SWT berfirman إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” [QS. Al Isra’ 30] Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” [HR. Muslim no. 2653, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash] Dari hal di atas, dijelaskan bahwa kesuksesan kita mendapatkan rezeki dalam berusaha ada “invisible hand” tangan tak terlihat yaitu kuasa Allah. Selain ikhtiar jasmani, kita perlu ikhtiar rohani dengan bertaqwa kepada Allah, dengan kuasa Allah, Allah akan mengadakan bagi kita jalan keluar dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah berfirman “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluan nya.” QS At-Talaq 2-3 Walaupun kadar rezeki sudah diatur oleh Allah, kita tetap diperintahkan untuk ikhtiar. Dalam sebuah hadits yang panjang para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah tentang permasalahan tersebut“Wahai Rasulullah, Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha?”Rasulullah bersabda “Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara.”Kemudian beliau melanjutkan sabdanya “Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara.” Muslim Hadits di atas menunjukkan bahwa setiap muslim diperintahkan juga untuk berusaha untuk mendapatkan rezeki. Hal tersebut karena takdir seorang hamba akan mengarah sesuai dengan apa yang ia perbuat. Kesimpulannya, ada beberapa yang perlu kita lakukan antara usaha dan rezeki Menyeimbangkan usaha dan doaTidak iri dengan orang lain jika ada yang lebih baikSelalu menggunakan cara yang halal dalam berusaha ataupun bersaingTidak takut dengan adanya sainganSelalu ikhtiar yang maksimal dengan terus berinovasi dan berusaha yang terbaikTidak hanya meningkatkan usaha, tapi juga meningkatkan ibadahTidak khawatir jika belum mendapatkan rezeki yang kita inginkan dari usaha kita, tapi khawatir jika dalam usaha kita tidak ada nilai ibadah dan nilai akhiratnya. Wallahu a’lam bish-showaab Mari terus ber-ZISWAF Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 BSI eks BNI Syariah a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI 0000000888. Sularto/Klikbmi
Biasanya jika inmendagri PPKM level 1 maka ditindak lanjuti dengan surat edaran, dan kita lihat surat edaran sudah terbit dimana pemberlakuan kegiatan boleh dihadiri 100 persen pesert sesuai kapasitas ruangan," ujarnya, melansir Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Rabu (3/8/2022).. Kata Dio, biasa Andi Sri Juliarty disapa, untuk kegiatan di atas 1.000 orang tentu tetap berlaku surat
– Dikisahkan ada beberapa kedai kopi dan angkringan di pinggir jalan raya. Ada yang berjarak 500 meter ada pula yang berdampingan. Semua memiliki pelanggannya masing-masing. Ada yang habis sebelum tengah malam, ada yang masih bertahan hingga menjelang subuh namun masih bersisa. Di sudut lain, ada warung bakso Y yang menurut orang-orang lumayan enak dengan porsi yang cukup, namun tak seramai warung bakso X. Dikabarkan bahwa pemilik warung bakso Y dulunya adalah pegawai dari warung bakso X, bahkan, katanya pemilik warung bakso Y adalah orang kepercayaan pemilik warung bakso X yang berhenti bekerja dan membuka warung bakso sendiri. Memang dari segi rasa tidak jauh berbeda, bahkan nyaris sama. Namun dari omzet penjualan sangat berbeda jauh. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung yang cenderung sepi. Dari kisah di atas, apa yang dapat kita pelajari? Ya, dari kisah itu kita belajar bedanya usaha atau pekerjaan dengan rejeki. Usaha atau pekerjaan bisa ditiru, tapi rejeki tidak bisa ditiru. Mendirikan usaha ataupun bekerja adalah bentuk ikhtiar kita, sedang rejeki adalah wilayah-Nya. Ada kadarnya tersendiri, Allah telah menetapkannya untuk kita dan yang pasti rejeki kita tak sama walau usaha atau pekerjaan kita sama. Jadi jika rejeki yang kita dapat hari ini hanya cukup untuk membeli sekantong jeruk yang ternyata kecut. Sementara orang lain yang usaha atau pekerjaannya sama dengan kita memperoleh lebih, jangan meratap. Bersyukurlah masih dapat sekantong jeruk daripada tidak sama sekali. Toh jeruk itu bisa diperas dan ditambah gula, lalu dicampur dengan es batu dan dihidangkan saat panas menyengat. Jeruk kecut itu menjadi sangat nikmat. Apalagi dengan melihat senyum anak dan istri saat meneguknya, “maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”. QS ar-Rahman 13 Kontributor Ummu Naura Editor Oki Aryono
Ingat rejeki sudah ada yang mengatur. Pekerjaan bisa saja ditiru, tapi rejeki tentulah tidak akan perpindah atau direbut orang lain. Jadi tetaplah bersahabat sama orang tersebut, sambunglah tali silaturrahmi dengan tetanggamu, meskipun mereka menganggapmu sebagai saingannya.
Jangan resah ataupun merasa khawatir saat usaha yang kamu geluti saat ini banyak ditiru orang lain, karena sepintar apapun mereka dalam mencontoh memodifikasi usahamu, ia tidak akan pernah bisa meniru yang kamu dapatkan selama ini bukan semata-mata karena kamu begitu gigih menggeluti pekerjaanmu, tetapi karena Allah telah begitu murahnya memberimu limpahan rezeki. Karena itu camkan baik-baik 5 hal yang dikutip dari humairoh berikut ini.” Jangan Bersedih Saat Pekerjaanmu Ditiru Orang Lain, Karena Rezekimu Takkan Sama Dengannya”Maka, jangan merasa bersedih saat pekerjaanmu ditiru orang lain, karena rezekimu takkan sama dengannya. Secanggih apapun usaha yang ia tiru darimu, maka selamanya takkan pernah sama dalam mendapat rezeki, karena Allah sudah mengatur rezeki setiap manusia sesuai dengan kadar Saja Orang Lain Mencontek Dan Memfotocopy Usaha Milikmu, Tetapi Ingatlah Bahwa Allah Yang Mengatur Rezekimuya, boleh saja orang lain mencontek dan memfotocopy usaha milikmu, dan boleh saja ia merintis usaha yang jauh lebih sempurna dari usahamu, tetapi saat Allah menetapkan rezekimu tetap lebih banyak darinya, maka sudah tentu selamanya rezekimu takkan pernah berkurang, sebab bukan usahamu yang mendatang rezekimu, tetapi kuasa Allah lah yang mendatangkan rezeki dengan usaha yang kamu miliki saat Boleh Bangga Meniru Usaha Orang Lain, Tetapi Rezekinya Tak Dapat Kamu Tiru Dengan Begitu MudahnyaDan begitu pula sebaliknya, kamu boleh bangga karena telah berhasil meniru usaha milik orang lain, ttapi ingatlah bahwa rezekinya takkan bisa kamu tiru dengan begitu bukan ia yang memiliki rezeki, tetapi Allah…maka jangan mudah terpancing nafsu hanya karena melihat usaha orang lain sepertinya bagus, karena jika kamu membangun usaha hanya karena menuruti nafsumu semata, maka saat rezekimu tak seperti ia yang kamu tiru usahanya tentu kamu akan menyalahkan takdir dan akan marah kepada Boleh Merasa Puas Karena Telah Menyaingi Usaha Orang Lain, Tetapi Rezekinya Tak Bisa Kamu Saingi Dengan MudahDan boleh saja kamu merasa puas karena telah bisa menyaingi usaha orang lain, tetapi rezekinya takkan bisa kamu saingi dengan mudah. Sebab, tak sedikit pada jaman sekarang orang pada sibuk membangun usaha hanya karena melihat orang lain berhasil dan sukses, tetapi tak bisa berfikir panjang bahwa yang membuatnya sukses sebenarnya adalah Allah bukan karena usahanya yang Hamba Sudah Allah Tetapkan Rezekinya Sesuai Dengan KebutuhannyaMaka dari itu selalu ingatlah bahwa masing-masing hamba sudah Allah tetapkan rezekinya sesuai dengan kebutuhannya, jadi jangan sampai merasa iri terhadap rezeki orang lain, apalagi sampai gelap mata terburu-buru melakukan perkara yang salah dengan berfikir untuk menyaingi usaha yang orang lain secanggih dan sehebat apapun usahamu dalam memfotocopy usahanya, jika Allah menetapkan rezekimu biasa-biasa saja, maka sudah pasti sampai kapanpun rezeki yang kamu dapatkan akan tetap biasa-biasa saja.
21 "Bisnis bisa ditiru, tapi rezeki tidak akan tertukar." 22. "Usaha memang bisa ditiru, tapi rezeki tidak bisa ditiru." 23. "Jangan khawatir, karena rezeki tidak akan tertukar. Takutlah apakah rezeki yang kamu dapatkan berkah atau tidak." 24. "Bahkan jika rezekimu tampak sedikit, jika berkah, bisa mencukupi semua kebutuhan daripada mereka yang tampaknya punya rezeki lebih." 25.
Blog Lainnya Kamis, 24 Maret 2016 - 1223 WIB Ilustrasi bekerja di kantor – Ketika melihat orang lain sukses dalam bisnisnya, pastilah beberapa yang lain ingin merasakan hal yang sama. Misalnya saja dengan membuka bisnis yang sama di lokasi yang sama, maupun berbeda. Harapannya tentu agar bisa mendapatkan rezeki dan kesuksesan yang sama dengan pebisnis yang pertama atau setidaknya bisa lebih baik. Mendapati kenyataan tersebut, kira-kira apa yang Anda lakukan?Jika Anda dihadapkan dalam situasi tersebut, pastikan Anda tetap berpikir positif karena rezeki tak akan pernah tertukar. Sebaliknya, jangan pernah merasa rezeki Anda terancam atau tamat, hanya karena ada saingan. Bisnis ditiru bukanlah masalah yang harus membuat Anda merasa pusing, karena siapapun berhak memilih cara untuk mendapatkan rezeki. Baca selengkapnya... Kata JK Remaja Masjid Harus Belajar dari Pemuda Tionghoa, Begini Alasannya Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019, yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia DMI, Jusuf Kalla, meminta remaja masjid belajar dari pemuda Tionghoa. 17 Juni 2023 Berita Terkait Dapatkan Berita dengan cepat Topik Terkait Rezeki Berbeda Lokasi Kesuksesan Bisnis Jangan Lewatkan Terpopuler Selengkapnya VIVA Networks Marc Marquez kian santer dikabarkan akan pergi meninggalkan Repsol Honda, seiring performanya yang tak kunjung membaik. Tapi, Honda tak takut ditinggal Marquez. PT Honda Prospect Motor HPM sebagai produsen mobil Honda di Indonesia memiliki beberapa model SUV Sport Utility Vehicle yang menyasar segmen berbeda-beda. Selengkapnya Isu Terkini
. 255 12 92 323 85 98 193 384
usaha bisa ditiru tapi rejeki tidak bisa